Mengenal Kode OTP dan Cara Menghindari Penipuan

Seiring berkembangnya zaman, berbagai transaksi perbankan semakin mudah dengan menawarkan banyak keuntungan bagi nasabah. Kegiatan jual beli juga dapat dilakukan secara online hanya dengan memasukkan kode OTP 

Lalu, apa yang dimaksud dengan OTP? Secara garis besar, OTP atau One Time Password adalah kata sandi sekali pakai untuk login akun atau transaksi online atau login akun. Untuk mengetahui pengertian OTP, fungsi, dan cara mendapatkan kode tersebut, mari simak ulasan berikut ini.  

Apa Itu OTP?   

Kode OTP atau One Time Password merupakan sebuah kode yang dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) atau email sebagai langkah awal memperkuat autentifikasi sesudah memasukkan ID dan password.

Kode ini biasanya diberlakukan di beberapa aplikasi, terutama aplikasi dompet digital (e-wallet), aplikasi belanja online (e-commerce), atau transaksi perbankan sebagai bentuk pencegahan tindak kejahatan atau penipuan yang bisa merugikan satu pihak. 

Sesuai dengan namanya, OTP hanya bisa digunakan sekali dan berlaku dalam durasi waktu tertentu. Kode yang biasanya terdiri dari 4 sampai 5 digit ini bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada siapapun.  

Karena terbentuk dari susunan karakter yang acak dan dibatasi waktu, maka kesempatan bagi oknum yang berniat jahat untuk menyalahgunakannya juga akan semakin kecil. Misalnya kamu ingin melakukan pembayaran tagihan Indihome, maka kamu membutuhkan kode OTP Indihome.

Cara mendapatkan notifikasi OTP bisa melalui SMS atau WhatsApp sebagai bentuk persetujuan. Dengan memasukkan OTP, transaksi pembayaran yang kamu lakukan juga akan segera diproses.   

Ciri-ciri OTP 

Untuk memahami lebih dalam mengenai OTP, ada beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang bisa kamu temukan dari kode ini. Berikut ini merupakan beberapa ciri atau karakteristik dari kode One Time Password (OTP). 

  • Hanya Bisa Digunakan Satu Kali 

Sesuai dengan namanya, One Time Password (OTP) hanya bisa digunakan satu kali saja ketika melakukan transaksi apapun di dalam suatu aplikasi. Hal ini sesuai dengan fungsinya yang bertujuan untuk mencegah penyadapan terhadap password atau kata sandi yang dapat diketahui siapa saja.

Oleh karena itu, apabila kode sudah digunakan, kamu harus meminta kode lain lagi saat melakukan transaksi selanjutnya. Jadi, ketika kamu akan melakukan 2 kali transaksi, maka kamu akan mendapatkan kode sebanyak 2 kali juga dan begitu seterusnya. 

  • Hanya Bisa Dipakai Dalam Rentang Waktu Tertentu 

Selain hanya bisa digunakan sekali dalam satu transaksi, kode One Time Password juga hanya bisa digunakan dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, ketika kamu meminta kode dan sudah dikirimkan melalui email atau SMS, maka kamu hanya diberi waktu beberapa menit saja. 

Kode OTP

Kamu harus segera memasukkan kode tersebut ke aplikasi yang ingin kamu gunakan. Apabila kamu melebihi rentang waktu yang sudah ditentukan, maka kode tersebut sudah tidak berlaku lagi dan harus meminta ulang kode yang baru. 

  • Konteks yang Cukup Sempit 

Kode One Time Password (OTP) hanya bisa dipakai dalam konteks atau kepentingan tertentu saja. Misalnya, kamu ingin mengubah kode PIN pada akun mobile banking, maka aplikasi mobile banking akan mengirimkan kode yang bisa dipakai untuk login atau masuk ke akun mobile banking.

Apabila sudah digunakan atau sudah melebihi rentang waktu yang digunakan, maka kode tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk transaksi lainnya. Jadi, ketika kamu mendapatkan OTP untuk ganti PIN dan ingin mengaktifkan PIN kartu kredit atau fitur lainnya, kamu harus meminta kode baru lagi.

Dengan memiliki sifat yang sempit dan terbatas inilah maka sistem keamanan akun menjadi lebih terjamin dan bebas dari tindak kejahatan peretasan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Dibandingkan dengan kata sandi statis biasa, penggunaan OTP jauh lebih aman dan tindak kecurangan dapat diminimalisir. Di samping itu, OTP juga memiliki kelebihan lain yaitu mampu menggantikan informasi login otentikasi dan bisa dipakai sebagai tambahan untuk memberi lapisan keamanan.  

Fungsi One Time Password (OTP) 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kode One Time Password (OTP) berfungsi mengamankan dan melindungi akun dari tindak peretasan. Ibarat kunci rumah, kode OTP tidak boleh dipindahtangankan pada sembarangan orang. 

Apabila kunci rumah tersebut diberikan kepada orang lain, maka kamu memberikan akses kepada orang lain untuk masuk ke dalam rumahmu dan mengambil barang-barang penting yang ada di dalamnya.

Sama halnya dengan OTP, apabila kamu memberikan OTP pada orang lain, maka orang tersebut dapat mengetahui informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor KTP, informasi kartu debit atau kredit, dan lain sebagainya yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan. 

Sebagai contoh misalnya, akun mobile banking yang kamu miliki berhasil dibobol oknum karena memberikan OTP pada orang lain. Hal ini akan berdampak pada peretasan akun m-banking sehingga uang yang ada di dalam rekeningmu bisa dikuras habis oleh oknum tersebut.

Selain melindungi data pribadi, OTP juga berfungsi untuk menjaga dan melindungi privasi perusahaan dari oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha meretas informasi perusahaan. Dengan adanya kode ini, privasi dan data penting perusahaan akan terlindungi dengan baik.    

Cara Menghindari Modus Penipuan Melalui Kode OTP 

Mengingat begitu pentingnya OTP terhadap keamanan akun, kamu harus selalu menjaga kerahasiaan kode tersebut. Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari modus penipuan melalui kode One Time Password. 

  • Jangan Bagikan Kode Kepada Siapapun 

Cara pertama untuk menghindari penipuan melalui OTP dapat dilakukan dengan menghindari memberikan atau membagikan kode kepada orang lain, baik orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. 

Jangan mudah percaya apabila ada oknum yang mengatasnamakan bank atau penyedia layanan untuk meminta data pribadi. Maka dari itu, banyak bank atau penyedia layanan lainnya yang memberikan himbauan bagi nasabah dan penggunanya. 

Misalnya, kamu adalah pengguna layanan KlikBCA dari bank BCA yang ingin melakukan transaksi pembelian barang secara online. Pihak bank biasanya akan mengirimkan OTP melalui pesan singkat (SMS) ketika nasabah melakukan transaksi.

Kode OTP BCA ini dapat digunakan untuk melakukan otentikasi transaksi. Penggunaan OTP juga berfungsi untuk memastikan bahwa transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh orang yang bersangkutan dan tidak disalahgunakan.  

  • Pakai Fitur 2FA 

Untuk mencegah penipuan atau penyalahgunaan akun melalui OTP, pengguna smartphone dapat menggunakan fitur 2FA (two factor authentication) atau keamanan dua langkah untuk aplikasi e-commerce, WhatsApp, dan aplikasi lainnya. 

  • Waspada Terhadap Call/SMS Forwarding 

Cara terakhir untuk menghindari penipuan melalui OTP yaitu dengan mewaspadai modus call/SMS forwarding. Modus ini biasanya akan meminta pengguna untuk memasukkan kode tertentu di smartphone untuk diteruskan kepada oknum penipu.

Untuk fitur call/SMS forwarding ini biasanya diawali dengan kode *21*, kemudian diikuti dengan nomor telepon/handphone yang dituju. 

Karena pentingnya kode OTP untuk menjaga privasi dan keamanan akun, kamu harus selalu waspada dan berhati-hati. Hindari mengakses atau mengunduh aplikasi yang kurang terpercaya dan usahakan tidak menggunakan wifi publik saat melakukan transaksi keuangan untuk mencegah peretasan akun.  

Copyright © 2021 Flip Blog
Logo_flip.png

FLIP
Free Interbank transfer for everyone

Jam Layanan

Setiap Hari:
07.00-20.00 WIB

Hubungi Flip

Layanan Pengguna:
02150928829

Bisnis & Kerja Sama:
business@flip.id

Email:
hello@flip.id

FLIP MERUPAKAN PERUSAHAAN TRANSFER DANA YANG TELAH TERLISENSI OLEH BANK INDONESIA DENGAN NOMOR IZIN 18/196/DKSP/68 🎉
©2021 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi